sumber dari segala pengetahuan


   Nov 28

perbedaan REM dan NREM

• Tahap Non rapid Eye Movement/NREM
Adalah tahap tidur yang tenang. Yang ditandai dengan denyut jantung dan frekuensi pernapasan yang stabil dan lambat serta tekanan darah yang rendah. Tidur Non rem dibagi menjadi 4 tahap berdasarkan pola gelombang otak yang muncul. Tahap 1 gelombang otak kita menjadi kecil dan tidak beraturan dan kita merasa bahwa kita berada pada ujung kesadaran dan dalam keadaan tidur ringan. Bila kita dibangunkan kembali maka kita masih dapat mengingat fantasi-fantasi atau beberapa gambar visual yang kita lihat. Tahap ke-2 otak kita terkadang menghasikan rentetan singkat gelombang yang cepat dan memiliki puncak gelombang yang tinggi hal ini disebut sebagai sleep spindle dan gangguan suara kecil mungkin tidak akan mengganggu tidur kita. Tahap ke-3 ini sebagai tambahan gelombang yang menjadi karakteristik pada tahap sebelumnya. Otak kita akan menghasilkan gelombang delta yang sangat lamban dengan puncak yank cukup tinggi. Pernapasan detak jantung kita akan melambat dan otot akan melemas atau rileks dan pada tahap ini mungkin kita sudah susah untuk dibangunkan. Yang terakhir pada tahap ke-4 dimana gelombang delta sudah mengambil alih sebagian besar aktivitas dan kita akan berada dalam tidur malam. Terjadinya rangkaian tahap ini berlangsung selama 30-45 menit.
• Tahap Rapid Eye Movement/REM
Ditandai dengan tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi pernapasan yang luas. REM adalah periode tidur yang ditandai dengan pergerakan mata, hilangnya kekuatan otot dan mimpi yang tampak nyata. REM disebut juga aktivitas otak yang tinggi dalam tubuh yang lumpuh atau paradoks. Pada saat saat inilah mimpi-mimpi yang jelas lebih sering muncul.
Mimpi merupakan hasil dari neuron-neuron bagian bawah otak atau yang disebut dengan Pons yang bekerja secara spontan selama tidur REM. Saraf-saraf ini mengatur pergerakan mata,wajah,keseimbangan dan juga postur tubuh dan serta mereka juga mengirimkan pesan kepada bagian sensorik maupun motorik yang bertanggung jawab atas pemprosesan visual dan perilaku selama kita terjaga. Menurut Teori Aktivasi-Sintesis , sinyal-sinyal yang berasal dari pons tidak memiliki makna psikologis sendiri. Tapi kortekslah yang kemudian mencoba untuk membuatnya menjadi bermakna dengan mensintesiskan atau mengintegrasikan sinyal-sinyal ini dengan pengetahuan dan ingatan-ingatan yang sudah ada untuk menghasilkan interpretasi yang logis. Ini hanya seperti apa yang dilakukan oleh korteks ketika sinyal-sinyal datang dari organ indera pada saat kita terjaga. Ketika neuron yang aktif terletak pada bagian yang mengatur keseimbangan misalnya korteks dapat menghasilkan mimpi tentang jatuh. Karena sinyal-sinyal dari pons terjadi secara acak, interpretasi dari korteks yaitu mimpi mungkin terjadi secara tidak logis dan memusingkan.
Jadi otak sangat berpengaruh sekali dalam proses tidur dan mimpi. Karena di dalam otak terdapat pons yang berhubungan dengan tidur, terjada dan mimpi.saraf ini yang mengatur pergerakan mata,wajah,keseimbangan dan juga postur tubuh dan mengirimkan pesan kedapa bagian sensorik maupun motorik yang bertanggungjawab atas pemrosesan visual dan perilaku selama kita terjaga.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>